Belakangan ini, Hasna (16 bulan) putriku yang kedua agak susah untuk makan biskuit di sela-sela makan pagi dan siangnya. Dia selalu menolak untuk kuberi biskuit. Suatu hari aku ajak dia jalan-jalan ke supermarket. Seperti biasanya, dia selalu belanja sendiri sesuai keinginannya. Tiba-tiba dia berteriak dengan jelas "Mama, Kuda, Mama, Singa", sambil menunjukkan gambar yang tertera pada kotak biskuit Milna Toddler.
Dia memang sudah bisa menghafal dan menyebut nama-nama binatang dengan jelas. Lalu dia mengambil kotak biskuit tersebut lalu memberikannya padaku, kemudian ngomong "Mama beyi" (maksudnya Mama beli). Tentu saja aku setuju. Karena menurut pengalamanku, anakku yang pertama pun dulu sangat suka.
Menurutku biskuit tersebut baik untuk pertumbuhan anakku, Sesampainya di rumah, dia minta untuk dibukakan kemasan biskuit tersebut dan minta dibuatkan susu. Ternyata dia meniru gaya anak pada iklan salah satu biskuit ... katanya … dicilat, diceup, dimasuin … enak .. sip. Dengan lahapnya dia bisa menghabiskan 4 keping biskuit Milna Toddler dalam waktu yang cepat. Sampai sekarang itu menjadi rutinitasnya, setiap pagi di tengah waktu makan pagi dan makan siangnya. Bahkan kemasannya pun minta untuk digunting dan ditempelkan pada buku ceritanya, untuk dibacakan menjelang tidur malamnya.
Sebagai ibu yang ingin anak-anakku tumbuh menjadi anak yang cerdas dan sehat, aku ingin memberikan nutrisi dan stimulasi yang terbaik untuk si kecil. Menurutku biskuit tersebut 2 in 1 dech, biskuitnya bermanfaat untuk pertumbuhan anak karena nutrisinya yang baik dan kemasannya dapat memberikan stimulasi untuk perkembangan otaknya.